Bea Cukai dan Aparat Gabungan Tutup Operasi Patroli Laut Terpadu 2025 di Karimun: 16 Kasus Penyelundupan Digagalkan

Table of Contents
Karimun, Zonanesia.web.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menutup rangkaian Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya dan Jaring Wallacea Semester I Tahun 2025, Selasa (29/7/2025), di Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tipe A, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Acara ini menjadi sorotan nasional karena melibatkan unsur pimpinan tertinggi TNI, Polri, hingga pemerintah daerah. Hadir langsung Direktur Jenderal Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, Panglima Kogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, Pangkoarmada I Laksda TNI Fauzi, serta Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin. Tidak ketinggalan, Bupati Karimun H. Iskandarsyah turut menyambut rombongan dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut.

16 Kasus Berhasil Digagalkan

Dalam laporan resminya, Dirjen Bea Cukai menyampaikan bahwa operasi gabungan yang telah berjalan sepanjang Semester I 2025 ini berhasil menggagalkan sedikitnya 16 kasus penyelundupan dari berbagai wilayah perairan Indonesia, khususnya di jalur strategis Selat Malaka dan Laut Natuna.

Adapun barang-barang ilegal yang berhasil diamankan meliputi:

1.200.000 batang rokok

24 koli pakaian bekas

24 roll karpet

15,6 ton pasir timah

16 ton beras

7,5 ton gula


Operasi ini mencerminkan kerja nyata dari sinergi antarlembaga, baik dari unsur laut, darat, maupun udara dalam menjaga perbatasan negara,” ujar Djaka Budhi.

Satgas Anti-Selundup Resmi Diluncurkan

Momentum penutupan operasi ini juga menandai peluncuran resmi Satuan Tugas Pemberantasan Penyelundupan oleh Bea Cukai. Satgas ini dibentuk sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam mencegah masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia melalui jalur laut.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyatakan bahwa Polri akan terus memperkuat kolaborasi dengan aparat laut, demi menjamin keamanan dan ketertiban di kawasan perairan Kepri yang kerap dijadikan jalur penyelundupan.

Karimun Jadi Simbol Strategis Penjaga Laut

Kabupaten Karimun kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu titik strategis pertahanan laut Indonesia. Keberhasilan operasi dan peluncuran satgas di daerah ini menjadi pesan penting: bahwa pengawasan laut bukan sekadar tugas Bea Cukai semata, melainkan kerja besar lintas sektor demi menjaga kedaulatan bangsa.

Seluruh rangkaian kegiatan di kawasan Pelabuhan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun ini berlangsung dalam pengamanan ketat oleh personel gabungan, khususnya 101 anggota dari Polres Karimun yang bersinergi dengan TNI AL, Bea Cukai, dan instansi terkait lainnya.


---

Redaksi: Zonanesia.web.id
Laporan: Tim Lapangan

Posting Komentar