Diduga Akibat Kelalaian, Area Permainan di Coastal Area Karimun Terbakar

Table of Contents
Karimun, Zonanesia.web.id – Kebakaran melanda area permainan anak-anak di Coastal Area, Kabupaten Karimun, pada Jumat (4/7/2025). Insiden ini menimbulkan kepanikan pengunjung dan pelaku usaha, serta menimbulkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Yang memprihatinkan, kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Karimun, yang dianggap abai terhadap kondisi instalasi listrik di lokasi tersebut.

Dari pantauan dan keterangan para saksi mata di lapangan, diketahui bahwa kondisi kabel-kabel listrik di kawasan permainan sudah lama berada dalam kondisi tidak teratur, menjuntai sembarangan, dan sangat membahayakan.

Saya dan beberapa pemilik wahana sudah sering menyampaikan keluhan, baik secara lisan maupun tertulis. Tapi tidak pernah ditanggapi. Sekarang kejadian seperti ini baru dianggap penting,” ungkap salah satu pelaku usaha yang berada di lokasi saat kejadian.

Api diduga berasal dari korsleting listrik dan dengan cepat menjalar ke sejumlah fasilitas permainan. Beberapa wahana ludes terbakar, beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian cukup signifikan dirasakan para pelaku usaha kecil.

Petugas pemadam kebakaran turun ke lokasi, namun proses pemadaman api berjalan cukup sulit karena instalasi kabel yang tidak tertata justru menjadi hambatan tersendiri dalam penanganan.

Sampai berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Karimun, Basori, belum memberikan keterangan resmi atas kejadian ini. Sikap diam tersebut justru semakin memicu kekecewaan masyarakat.

Warga kini menuntut agar dilakukan audit menyeluruh terhadap kelayakan fasilitas umum, serta penindakan tegas atas kelalaian pihak dinas yang diduga menjadi pemicu insiden berbahaya ini.

Kebakaran di kawasan Coastal Area ini menjadi alarm keras bagi Pemkab Karimun agar tidak lagi menutup mata atas keluhan masyarakat, terutama dalam hal keselamatan publik yang mestinya menjadi prioritas.


---

Reporter: Saliadi
Editor: Redaksi

Posting Komentar