Proyek Jalan Rp 2,38 Miliar di Karang Bahagia Bekasi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Warga Soroti Kualitas Beton

Table of Contents
Bekasi, Zonanesia.web.id
Proyek peningkatan Jalan Sukamantri yang berlokasi di Kampung Pule RT 01/02, Desa Karangrahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, kini menjadi sorotan publik. Proyek yang menelan anggaran Rp 2,38 miliar dan dikerjakan oleh CV. Karya Utama Semesta itu diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB), Selasa (22/7/2025).

Pekerjaan ini dilaksanakan berdasarkan kontrak nomor PG.000.3.3/262/SPMK/PJL-DSDABMBK/2025 yang diterbitkan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi.

Namun, keluhan warga bermunculan terkait mutu pekerjaan di lapangan. Salah satu masalah utama adalah tidak dilakukannya pemadatan ulang pada lapisan dasar sebelum penimbunan bescous dan pengecoran, padahal proyek sempat terhenti dalam waktu cukup lama. Selain itu, campuran beton dinilai terlalu encer dan tidak sesuai dengan standar mutu.

"Tanah dasarnya masih labil, tapi langsung ditimpa bescous. Pengecorannya juga tidak sesuai standar. Kualitas jalan sangat diragukan," ungkap salah seorang warga berinisial J.

Lebih lanjut, ketebalan lapisan B-0 diduga hanya sekitar 5 cm, jauh dari ketentuan minimum 10 cm. Besi dowel dan tulangan pun disebut tidak memenuhi standar teknis konstruksi.

"Besi hanya dipasang sepanjang 12 cm dan tidak terdistribusi penuh. Ini sangat berisiko terhadap kekuatan struktur jalan ke depan," tambah J.


Proyek ini diketahui sempat tertunda karena kontraktor awal gagal menyelesaikan pekerjaan. Setelah di-take over oleh pihak pelaksana baru, pengerjaan tetap dilanjutkan meski kondisi lingkungan sekitar masih tergenang air dan berlumpur akibat limbah koco yang belum dibersihkan.

Ketua DPD LSM Prabhu Indonesia Jaya, N. Rudiansah, mendesak DSDABMBK Kabupaten Bekasi segera turun tangan untuk melakukan audit dan evaluasi teknis terhadap proyek tersebut.

"Ini sangat disayangkan. Dari 29 mobil beton yang datang, tidak satu pun dilakukan uji slump. Beton dituangkan dalam kondisi sangat encer. Ini berpotensi fatal terhadap kekuatan jalan," ujarnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak DSDABMBK Kabupaten Bekasi terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek peningkatan Jalan Sukamantri tersebut.


---

Reporter: Ruddi
(Redaksi/Zonanesia)

Posting Komentar