AKPERSI Ultimatum Polda Riau: Usut Tuntas Kekerasan Wartawan atau Kita Geruduk Mabes Polri!

Table of Contents
Tanjungpinang , Zonanesia.web.id — Aroma ketidakadilan kembali menyengat dunia pers. Kekerasan terhadap wartawan di Pekanbaru, Riau, bukan hanya mencederai tubuh para jurnalis, tapi juga menampar wajah demokrasi Indonesia.

Ketua DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Provinsi Kepulauan Riau, Fauzan, mengecam keras insiden di SPBU Tabe Gadang yang diduga melibatkan oknum pelaku pemukulan dan perusakan peralatan kerja wartawan.

Ini bukan sekadar persoalan individu. Ini adalah serangan terhadap kebebasan pers, terhadap hak rakyat untuk tahu, dan terhadap pilar ke-4 demokrasi. Dan ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Fauzan, Sabtu (9/8/2025).


Peringatan Keras dari Pusat

Dari Jakarta, Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono, menyampaikan ultimatum terbuka kepada aparat penegak hukum.

"Saya peringatkan, jika Polda Riau tidak segera memproses perkara ini dengan tegas dan transparan, AKPERSI akan menggerakkan aksi demonstrasi besar-besaran di Mabes Polri, Jakarta. Kami akan pastikan suara kami tidak bisa diabaikan,” kata Rino.


Ia menegaskan, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers adalah pagar hukum yang jelas melindungi wartawan. Siapapun yang melanggarnya, berarti sedang menantang hukum negara ini.


Pers Bukan Musuh, Pers Adalah Penjaga Demokrasi

Fauzan mengingatkan, wartawan adalah penjaga keseimbangan kekuasaan. Ketika wartawan dibungkam dengan kekerasan, yang dirampas bukan hanya kebebasan pers, tapi juga hak rakyat untuk mendapatkan informasi yang jujur dan objektif.

Kalau pers takut, siapa yang akan bicara untuk rakyat? Kalau pers dibungkam, demokrasi akan lumpuh,” ujarnya.


Gerakan Nasional Solidaritas Pers

AKPERSI menyatakan siap menggalang Gerakan Nasional Solidaritas Pers, menghimpun seluruh jurnalis, organisasi media, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama melawan segala bentuk intimidasi terhadap insan pers.

"Kita tidak akan diam. Ini bukan hanya perjuangan jurnalis, tapi perjuangan seluruh rakyat yang masih ingin melihat Indonesia berdiri sebagai negara demokratis,” tutup Rino.

---

DPD AKPERSI KEPRI 
Redaksi Zonanesia.web.id

Posting Komentar