Ketua DPD AKPERSI Kepri: Satu Tulisan Bisa Jadi Sejarah, Jangan Takut Mengungkap Fakta!

Table of Contents
Tanjungpinang, Zonanesia.web.id – Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 lahir dari pengorbanan besar para pejuang, dengan darah dan air mata yang tertumpah demi masa depan bangsa. Namun, di tengah usia kemerdekaan yang memasuki 80 tahun, kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi masih menghadapi ancaman serius.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPD AKPERSI) Provinsi Kepulauan Riau, Fauzan, menegaskan bahwa wartawan tidak boleh dijajah melalui ancaman dan kriminalisasi dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Perlindungan hukum bagi wartawan sudah diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 8 UU Pers menegaskan bahwa wartawan mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya. Landasan hukum ini harus kokoh, jangan dibiarkan lemah ketika jurnalis menghadapi ancaman,” ujar Fauzan, Kamis (14/8/2025).



Fauzan mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya ancaman terhadap jurnalis, termasuk kekerasan fisik dan kriminalisasi. Bahkan, ia menyoroti kasus-kasus ekstrem di mana rumah wartawan dibakar, wartawan dibunuh, hingga dikriminalisasi karena memberitakan tindakan korupsi atau aktivitas ilegal.

Ini bukan opini, tetapi fakta. Dalam bulan Agustus ini saja, ada jurnalis yang dikeroyok dan dipukul di Pekanbaru, bahkan ada redaksi media yang dibunuh. Ini menyedihkan. Ke mana kemerdekaan pers kita? Mari kita heningkan cipta untuk rekan-rekan seprofesi yang gugur,” tegasnya dengan nada tinggi.



Ia juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap jurnalis bukan hanya datang dari pihak asing, melainkan dari oknum-oknum dalam negeri yang merampok uang rakyat. Fauzan mencontohkan pemberitaan terkait barang ilegal yang kerap berhadapan dengan jaringan mafia, di mana nyawa jurnalis bisa menjadi taruhannya.

Meski begitu, Fauzan menekankan kekuatan media dan tulisan jurnalis sebagai senjata yang mampu mengguncang kesadaran publik.

Satu peluru hanya menembus satu kepala, tetapi satu pemberitaan bisa menembus jutaan kepala. Satu tulisan akan menjadi sejarah yang diingat di masa depan,” katanya.



Sebagai penutup, Fauzan mengajak seluruh insan pers untuk menjaga kekompakan, tidak mudah dipecah belah, dan terus bergandengan tangan dalam mempertahankan kemerdekaan pers.

"Merdeka untuk negeri, sejahtera untuk rakyat, bahagia untuk jurnalis. DPD AKPERSI Kepri akan selalu jaya. Satu musuh terlalu banyak, seribu sahabat masih terlalu sedikit. Teruslah bekerja dan berkarya, karena generasi muda adalah arah masa depan,” tutup Fauzan sambil tersenyum tipis.

---

DPD AKPERSI Kepri 
Editor: Redaksi Lkn.com

Posting Komentar