FIKP UNRIKA Luncurkan Program “Laksamana Biru” untuk Jaga Kedaulatan Hayati Selat Malaka

Table of Contents
 
Tanjungpinang, Zonanesia.web.id — Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) secara resmi meluncurkan Program Laksamana Biru, sebuah inisiatif strategis multi-tahun yang bertujuan menjaga kedaulatan hayati serta keberlanjutan ekosistem laut di kawasan Selat Malaka dan perairan Kepulauan Riau (Kepri).

Program ini diresmikan pada Kamis, 10 Oktober 2025, di kawasan pesisir Pantai Tanjungpinang. Peluncuran dilakukan langsung oleh Dekan FIKP UNRIKA, Dr. Hasan Basri, S.Pi., M.Sc., bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, sebagai bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah.

“Laksamana Biru bukan sekadar program kampus, tetapi gerakan bersama untuk menjawab tantangan kerusakan terumbu karang dan menurunnya populasi biota laut akibat aktivitas manusia,” ujar Dr. Hasan Basri dalam sambutannya.

Fokus Konservasi dan Edukasi Nelayan

Program Laksamana Biru difokuskan pada revitalisasi ekosistem terumbu karang, riset kelautan berkelanjutan, serta edukasi dan pendampingan nelayan lokal agar menerapkan metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

Berbagai kegiatan utama telah dirancang, di antaranya:

Riset migrasi dan populasi ikan,

Restorasi terumbu karang melalui transplantasi,

Pemetaan zona tangkap ikan yang optimal,

Pemanfaatan teknologi akustik untuk monitoring ekosistem laut,

Pelatihan praktik perikanan berkelanjutan bagi nelayan pesisir.


Peluncuran Simbolik Sarat Makna

Acara peluncuran berlangsung sederhana namun sarat makna. Kegiatan diawali dengan penanaman simbolis transplantasi karang pertama oleh Dekan FIKP UNRIKA bersama perwakilan nelayan setempat. Suasana keakraban terlihat saat mahasiswa, dosen, dan nelayan berdiskusi langsung mengenai tantangan dan solusi pengelolaan sumber daya laut.

Interaksi ini mencerminkan semangat kolaboratif yang menjadi roh utama Program Laksamana Biru, yakni menyatukan pengetahuan akademik dengan kearifan lokal masyarakat pesisir.

Dorong Konservasi Berbasis Komunitas

Lebih jauh, Program Laksamana Biru diharapkan menjadi model konservasi laut berbasis komunitas yang relevan dengan karakter geografis Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan dan gerbang maritim Indonesia.

“Inisiatif ini menandai pergeseran peran akademisi, dari sekadar penghasil teori menuju pelaku nyata konservasi dan pemberdayaan masyarakat,” tambah Dr. Hasan Basri.

Dengan diluncurkannya Program Laksamana Biru, FIKP UNRIKA menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan maritim nasional.

---

By: Mira Herita
Mahasiswa Universitas Karimun

Posting Komentar