Jembatan Marok Kecil: Sunyi di Ujung Jalan Pembangunan

Table of Contents
Lingga, Zonanesia.web.id - Di Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, terdapat sebuah jembatan yang seharusnya memperpendek jarak dan mempermudah hidup warga. Namun hari ini, Jembatan Marok Kecil justru lebih sering dilewati oleh keheningan.

Proyek infrastruktur yang telah beberapa kali dialokasikan anggaran itu hingga kini belum berfungsi sebagaimana mestinya. Struktur jembatan berdiri, tetapi akses dan pemanfaatannya tak pernah benar-benar hadir. Siang hari tampak lengang, malam hari terasa gelap dan asing.

Warga sekitar memilih berhati-hati, bahkan enggan melintas. Bukan karena cerita mistis, melainkan karena kondisi fisik yang belum ramah bagi keselamatan. Minim penerangan, jalan penghubung yang tak jelas, serta bangunan yang tak sepenuhnya rampung membuat jembatan ini perlahan ditinggalkan.

“Kalau bisa, kami cari jalan lain. Takut juga kalau lewat malam,” ujar seorang warga setempat dengan nada pelan.

Bagi masyarakat Singkep Selatan, Jembatan Marok Kecil bukan sekadar bangunan mangkrak. Ia menjadi simbol dari pembangunan yang terhenti di tengah jalan—hadir secara kasat mata, namun absen dalam fungsi.

S.M.Junaidi Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Lingga 

Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Lingga, S.M. Junaidi, memandang kondisi tersebut sebagai pengingat penting bahwa pembangunan seharusnya tidak berhenti pada proses, melainkan berujung pada manfaat nyata.

“Ketika sebuah jembatan dibangun berulang kali tetapi belum bisa digunakan, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya bangunannya, tetapi juga cara kita memaknai pembangunan itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Junaidi, masyarakat berhak merasakan hasil dari setiap program yang dijalankan, terutama proyek infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar. Jika tidak, maka yang tertinggal hanyalah bangunan tanpa cerita keberhasilan.

Hingga kini, belum ada penjelasan yang terang mengenai kapan Jembatan Marok Kecil akan benar-benar difungsikan. Waktu berjalan, sementara jembatan tetap di tempatnya diam, menunggu, dan perlahan dilupakan.

Di ujung jalan itu, Jembatan Marok Kecil masih berdiri. Tidak runtuh, namun juga belum sepenuhnya hidup. Sebuah pengingat bahwa pembangunan bukan hanya soal berdiri, tetapi tentang sampai atau tidaknya harapan kepada masyarakat.

---

(AKPERSI).

Posting Komentar