Lis Darmansyah Peduli: Di Bawah Langit Tanpa Atap, Agus Pernah Bertahan, Kini Ia Kembali Berteduh

Table of Contents
Tanjungpinang, Zonanesia.web.id — Bagi Agus (45), warga Kampung Bulang, hujan pernah menjadi sumber kegelisahan yang berkepanjangan. Setiap awan gelap menggantung di langit, kecemasan selalu hadir, mengingat rumah kecil yang ia tempati bersama keluarga tak lagi memiliki atap yang layak sejak diterpa angin kencang pada tahun 2024 lalu.

Rumah sederhana tersebut terletak tepat di depan Masjid Al-Khairat, Jalan Sultan Sulaiman, Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Sejak atapnya roboh, rumah itu tak lagi mampu melindungi penghuninya dari hujan dan dingin malam.

Hampir satu tahun, Agus dan keluarganya bertahan dalam kondisi serba terbatas. Setiap kali hujan turun, air menggenangi lantai rumah, membasahi perabot, bahkan memaksa mereka terjaga sepanjang malam demi menghindari genangan air.

“Kalau hujan malam, kami semua basah. Anak-anak tidak bisa tidur. Kami hanya bisa duduk menunggu hujan reda,” ujar Agus lirih, mengenang masa-masa sulit yang harus ia jalani.

Keterbatasan ekonomi membuat Agus tak mampu memperbaiki rumahnya secara mandiri. Di tengah perjuangan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia hanya bisa menggantungkan harapan pada kepedulian sesama dan perhatian pemerintah.

Atap Itu Kini Kembali Terpasang

Harapan tersebut akhirnya terwujud. Pada Jumat, 19 Desember 2025, atap rumah Agus resmi selesai diperbaiki melalui bantuan BAZNAS Kota Tanjungpinang, atas arahan langsung Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

Perbaikan rumah tersebut menjadi titik balik bagi kehidupan keluarga Agus. Rumah yang sebelumnya terbuka langsung ke langit, kini kembali utuh dan layak huni. Malam-malam penuh kecemasan pun berganti dengan rasa aman dan ketenangan.

“Alhamdulillah, sekarang kami sudah bisa tidur dengan nyaman. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dahari selaku Ketua Masjid Al-Khairat Kampung Bulang yang turut membantu material, serta Ketua RT 01 Bapak Dayat. Terima kasih orang-orang baik. Kini kalau hujan, rumah kami tidak kebanjiran lagi,” ungkap Agus dengan wajah lega.

Keceriaan pun kembali terlihat di wajah anak-anaknya. Tak ada lagi ketakutan saat hujan turun di malam hari. Rumah yang dulu hanya menjadi tempat bertahan hidup, kini kembali berfungsi sebagai tempat berlindung dan beristirahat.

Kepedulian yang Menghadirkan Harapan

Bantuan dari BAZNAS Kota Tanjungpinang ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bagi Agus, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan fisik rumah, melainkan simbol hadirnya perhatian dan kepedulian negara di saat warganya berada dalam kondisi paling rentan.

Kisah Agus menjadi pengingat bahwa di balik program dan laporan, terdapat kehidupan nyata yang menanti sentuhan kemanusiaan. Ketika kepedulian itu hadir, harapan pun kembali utuh—seperti atap rumah yang kini berdiri kokoh.

Di bawah atap yang kembali terpasang, Agus dan keluarganya kini menatap hari esok dengan lebih tenang, penuh rasa syukur, serta keyakinan bahwa kepedulian masih hidup dan nyata di Kota Tanjungpinang.

---
(Kariawanisia).

Posting Komentar