Jelang Pengumuman, Peserta Festival Lampu Colok dan Kereta Hias Harapkan Penilaian Jujur dan Transparan

Table of Contents
Karimun, Kepri | Zonanesia.web.id – Menjelang pengumuman pemenang Festival Kereta Hias, Lampu Colok, dan Lampu Elektrik dalam rangka perayaan Idul Fitri 1447 H tingkat Kabupaten Karimun yang dijadwalkan pada 28 Maret 2026, para peserta mulai menyuarakan harapan agar proses penilaian dilakukan secara objektif, adil, dan menjunjung tinggi integritas.

Festival tahunan yang menjadi bagian dari kemeriahan Ramadan dan Idul Fitri ini kembali digelar dengan melibatkan berbagai perwakilan kampung dan desa di Kabupaten Karimun. Ajang ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sarana pelestarian budaya serta mempererat kebersamaan.

Peserta festival berasal dari berbagai kampung yang telah menampilkan karya terbaik mereka, baik dalam bentuk kereta hias, lampu colok tradisional, maupun lampu elektrik modern. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang ditunjuk oleh panitia pelaksana dan Dinas Pariwisata setempat.

Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret 2026 di wilayah Kabupaten Karimun, setelah seluruh rangkaian penilaian rampung dilaksanakan.

Sejumlah peserta berharap agar proses penilaian benar-benar dilakukan secara profesional tanpa adanya praktik keberpihakan atau dugaan “orang dalam”. Mereka menilai, keadilan dalam menentukan pemenang akan berdampak langsung terhadap kepercayaan masyarakat dan keberlangsungan festival di masa mendatang.

Para peserta meminta kepada Dinas Pariwisata dan panitia pelaksana untuk menjaga integritas, transparansi, serta menjunjung tinggi sportivitas dalam menentukan pemenang. Hal ini dinilai penting agar seluruh peserta merasa dihargai atas usaha dan kreativitas yang telah mereka tampilkan.

Lebih jauh, peserta juga menilai bahwa keadilan dalam penilaian akan menjadi faktor utama dalam meningkatkan antusiasme masyarakat untuk kembali berpartisipasi di tahun-tahun berikutnya.

Dampak ke depan
Jika proses penilaian berjalan jujur dan terbuka, festival ini diyakini akan semakin meriah dan berkembang sebagai agenda budaya unggulan daerah. Sebaliknya, jika muncul ketidakpercayaan, dikhawatirkan dapat menurunkan partisipasi masyarakat di masa mendatang.

Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga simbol kebersamaan dan semangat masyarakat Karimun dalam menyemarakkan Ramadan dan Idul Fitri.

---
(Redaksi).

Posting Komentar