Listrik Hidup-Mati di Paya Rengas Saat Ramadan, Warga Kesal: PLN Dinilai Tak Becus Kelola Pemadaman

Table of Contents

Karimun, Kepri | Zonanesia.web.id – Warga RT 01 RW 02 Paya Rengas, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, mengeluhkan kondisi listrik yang kerap hidup-mati dalam sehari, terlebih di momen Bulan Ramadan menjelang Lebaran.

Salah seorang warga setempat, Andi Acok, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik terjadi hingga tiga kali dalam sehari tanpa kejelasan jadwal yang pasti.

“Dalam satu hari bisa sampai tiga kali mati. Katanya pemadaman bergilir, tapi kenapa bisa sampai berkali-kali dalam sehari?” ujarnya dengan nada kesal.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat bulan puasa, di mana kebutuhan listrik meningkat untuk memasak, beribadah, hingga aktivitas rumah tangga lainnya.

Warga menilai manajemen pengaturan jadwal pemadaman oleh pihak PLN, khususnya ULP Tanjungbalai Karimun, tidak berjalan dengan baik dan terkesan amburadul.

Kalau memang bergilir, harus jelas dan terjadwal. Ini tidak, tiba-tiba mati, hidup sebentar, mati lagi. Sangat meresahkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andi Acok juga menyampaikan pernyataan tegas kepada pihak PLN,“Kalau memang tidak mampu mengelola PLN dengan baik, sebaiknya mengundurkan diri saja. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan dengan kondisi seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu, Dirut PLN Karimun, Subhan Hadi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyebutkan bahwa pemadaman yang terjadi merupakan bagian dari sistem pemadaman bergilir.
Namun, penjelasan tersebut justru memicu tanda tanya di kalangan warga, lantaran frekuensi pemadaman dinilai tidak wajar dan terjadi berulang kali dalam sehari.

Masyarakat pun berharap pihak PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi listrik dan manajemen pemadaman, terutama di momen Ramadan yang sangat krusial bagi aktivitas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak PLN terkait jadwal pasti pemadaman yang terjadi di wilayah tersebut.

---
(Saliadi).

Posting Komentar