Empat Bulan Insentif Mandek, Guru TPQ Di Karimun Mulai Lirik Pekerjaan MBG

Table of Contents

Karimun, Kepri | Zonanesia.web.id - Insentif bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kabupaten Karimun dilaporkan belum dibayarkan selama empat bulan, terhitung sejak Januari hingga April 2026. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait komitmen pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan tingkat dasar.

Keterlambatan tersebut tidak hanya terjadi satu bulan, melainkan telah memasuki bulan keempat tanpa kepastian waktu pembayaran. Situasi ini mulai berdampak pada kondisi ekonomi para guru TPQ yang selama ini mengandalkan insentif sebagai tambahan penghasilan.

Salah seorang guru TPQ di Kecamatan Meral, berinisial Ji, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku insentif yang diterima selama ini sangat membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mengingat iuran dari santri relatif terbatas.

“Memang jumlahnya tidak besar, bahkan sempat mengalami penurunan, tapi sangat membantu kami. Kalau hanya mengandalkan iuran anak-anak mengaji, tentu tidak mencukupi,” ujar Ji.

Lebih jauh, Ji mengungkapkan bahwa jika kondisi ini terus berlarut tanpa kejelasan, dirinya mempertimbangkan untuk beralih profesi demi menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

“Kalau tidak ada kepastian, kemungkinan saya akan mencoba melamar kerja di program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun berat meninggalkan dunia TPQ,” tambahnya dengan nada haru.

Diketahui, program MBG saat ini mulai berjalan di sejumlah daerah dan dinilai menawarkan kepastian penghasilan dibandingkan insentif TPQ yang belum jelas pencairannya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Karimun, H. Wahyu Amirullah, sebelumnya menyampaikan bahwa anggaran insentif TPQ telah dialokasikan dalam APBD Tahun 2026.

Menurutnya, kendala keterlambatan terjadi pada proses verifikasi data guru yang bersumber dari masing-masing kecamatan.

Secara anggaran sudah tersedia di APBD 2026. Namun data ustadz dan ustadzah dari kecamatan belum seluruhnya lengkap untuk diverifikasi. Jika sudah lengkap, akan segera diproses,” jelasnya saat dikonfirmasi pada bulan Ramadhan lalu.

Namun demikian, hingga memasuki pasca Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, realisasi pembayaran insentif tersebut belum juga terealisasi. Hal ini memunculkan kesan adanya lambannya respons administratif di tengah kebutuhan mendesak para tenaga pendidik nonformal tersebut.

Para guru TPQ kini berharap pemerintah daerah, khususnya Bagian Kesra, segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat proses verifikasi dan pencairan, agar tidak semakin menekan kondisi ekonomi mereka.

“Kami hanya berharap hak kami segera diberikan. Semoga ada perhatian dari pemerintah,” tutup Ji.

Keterlambatan ini menjadi sorotan, mengingat peran strategis guru TPQ dalam membangun fondasi pendidikan keagamaan sejak usia dini di Kabupaten Karimun yang dikenal sebagai daerah dengan identitas religius yang kuat.

---
(Hn).

Posting Komentar