PSTK Soroti Mekanisme Penilaian Festival Mobil Hias Karimun, Saliadi: “Belum Mencerminkan Keadilan”

Table of Contents
Karimun, Kepri | Zonanesia.web.id – Polemik terkait hasil penilaian Festival Mobil Hias dalam rangka PSTK Karimun masih terus bergulir, meski proses penyerahan hadiah telah selesai dilaksanakan.

Salah satu peserta melalui Ketua Persatuan Sopir Truk Karimun (PSTK), Saliadi, menyampaikan apresiasi kepada para pemenang. Namun di sisi lain, ia mengaku masih menyimpan kekecewaan terhadap mekanisme penilaian yang dilakukan panitia, dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun.

Saliadi menilai terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian serius, khususnya terkait konsistensi penilaian di lapangan.
Menurutnya, terdapat peserta yang mengalami kendala teknis pada saat pelaksanaan, namun tetap masuk dalam daftar pemenang. Sementara di sisi lain, peserta yang dinilai tampil tanpa kendala justru tidak memperoleh hasil yang sepadan.

“Ini yang menjadi pertanyaan kami. Dari sisi peserta, tentu berharap penilaian benar-benar melihat kondisi di lapangan secara adil,” ungkapnya.

Ia juga menyayangkan jawaban yang diberikan pihak panitia saat dikonfirmasi langsung terkait sistem penilaian, yang menurutnya belum memberikan penjelasan yang memuaskan.

Lebih jauh, Saliadi bahkan menilai penyelenggaraan oleh Dinas Pariwisata pada tahun ini masih perlu banyak evaluasi, terutama dalam aspek teknis dan transparansi penilaian.

Sebelumnya, pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun melalui Kepala Dinas telah menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa keberpihakan.

Penilaian disebut mengacu pada sejumlah kriteria, antara lain kreativitas, kesesuaian tema, estetika visual, kekompakan tim, serta stabilitas teknis lampu saat penilaian berlangsung.

Dinas Pariwisata saat di konfirmasi Ketua PSTK beberapa waktu lalu 

Panitia juga menegaskan bahwa gangguan teknis menjadi bagian dari aspek penilaian, serta keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Meski demikian, perbedaan persepsi antara peserta dan panitia menunjukkan pentingnya peningkatan transparansi dalam setiap perlombaan yang melibatkan publik.

Harapan ke depan, evaluasi tidak hanya dilakukan secara internal, namun juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas agar kepercayaan peserta dan masyarakat dapat terus terjaga.

Saliadi menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar pelaksanaan festival ke depan dapat lebih baik, adil, dan profesional.

---
(Redaksi).

Posting Komentar