Bung Roy: Tanjungpinang Sulit Maju Jika Hanya Andalkan APBD
Table of Contents
Tanjungpinang | Zonanesia.web.id — Pertumbuhan ekonomi Kota Tanjungpinang dalam beberapa tahun terakhir dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Minimnya investasi baru, terbatasnya diversifikasi sektor usaha, serta tingginya ketergantungan terhadap belanja pemerintah disebut menjadi faktor utama yang membuat perputaran ekonomi daerah berjalan lambat.(19/5/2026).
Tokoh masyarakat Tanjungpinang, Bung Roy, menilai bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak dapat terus bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, diperlukan langkah konkret untuk menarik investasi dan memperkuat sektor ekonomi produktif agar pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan.
“Tanpa adanya investasi swasta yang masuk dan diversifikasi sektor ekonomi, Tanjungpinang akan sulit keluar dari pola ekonomi yang hanya bergantung pada perdagangan tradisional dan belanja APBD,” ujar Bung Roy saat diwawancarai Zonanesia.web.id.
Ia menegaskan, faktor infrastruktur, investasi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan ekonomi kota. Namun hingga saat ini, ketiga aspek tersebut dinilai belum dioptimalkan secara maksimal.
Menurut Bung Roy, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang berjalan stagnan, di antaranya:
1. Ketergantungan pada sektor perdagangan dan pariwisata musiman
Aktivitas ekonomi masih didominasi sektor perdagangan ritel dan UMKM yang perputarannya terbatas pada pasar lokal. Sementara sektor pariwisata dinilai belum stabil karena minimnya agenda berskala nasional serta konektivitas transportasi yang belum optimal.
2. Minimnya investasi berskala besar
Investor disebut lebih memilih daerah seperti Batam dan Bintan yang dinilai memiliki akses logistik, infrastruktur, dan insentif investasi yang lebih kompetitif. Kondisi tersebut membuat Tanjungpinang belum memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan investasi baru.
3. Pengembangan SDM yang belum merata
Ketersediaan tenaga kerja terampil dinilai masih belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan sektor jasa, ekonomi kreatif, dan industri baru yang berpotensi dikembangkan di Tanjungpinang.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Bung Roy mendorong pemerintah daerah agar lebih fokus pada kebijakan yang mampu menciptakan iklim investasi sehat dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Beberapa langkah yang dinilai perlu dilakukan antara lain:
• Perbaikan infrastruktur pendukung usaha dan logistik.
• Pemberian insentif investasi di sektor ekonomi kreatif, perikanan olahan, dan jasa.
• Program peningkatan kompetensi SDM agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia usaha.
Ia juga mengingatkan bahwa tanpa intervensi kebijakan yang konkret dan terukur, pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang berpotensi terus berjalan lambat sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Pemerintah harus mulai membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan kompetitif. Jika tidak, Tanjungpinang akan terus tertinggal dalam persaingan ekonomi kawasan,” tutupnya.
---
(Kariawanisia).
Posting Komentar