Syukuran Hari Marwah dan Peluncuran Penulisan Buku Sejarah Kepri Digelar BP3KR di Tanjungpinang
Table of Contents
Hari Marwah diperingati sebagai momentum mengenang perjuangan para tokoh, pemuda, dan masyarakat Kepulauan Riau dalam memperjuangkan pemekaran Provinsi Kepri yang resmi berdiri pada tahun 2002.
Ketua Yayasan BP3KR, Huzrin Hood, mengatakan syukuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat agar generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan daerah.
“Marwah Kepri dibangun dengan keringat dan pengorbanan. Lewat buku sejarah ini, kami ingin dokumentasi perjuangan itu tidak hilang ditelan waktu,” ujarnya.
Acara dihadiri tokoh pendiri provinsi, akademisi, mahasiswa, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kepri. Rangkaian kegiatan meliputi doa bersama, pemutaran dokumentasi perjuangan pemekaran, hingga penandatanganan nota kesepahaman penulisan buku sejarah.
Buku sejarah yang disusun BP3KR akan memuat tiga periode penting, yakni masa perjuangan pembentukan provinsi, proses transisi pemerintahan, hingga capaian pembangunan Kepri tahun 2002–2025. Tim penulis melibatkan sejarawan dari Universitas Maritim Raja Ali Haji bersama budayawan lokal.
“Selama ini narasi sejarah Kepri masih tersebar dan belum terdokumentasi utuh. Buku ini diharapkan menjadi rujukan resmi untuk pendidikan dan penelitian,” ujar Koordinator Tim Penulis.
Wakil Gubernur Kepri yang turut hadir mengapresiasi langkah BP3KR dalam mendokumentasikan sejarah daerah. Menurutnya, sejarah yang tersusun baik akan memperkuat identitas dan semangat kebangsaan masyarakat kepulauan.
“Pemprov siap mendukung data dan akses arsip. Sejarah yang benar akan jadi pondasi kuat untuk membangun Kepri ke depan,” katanya.
Penulisan buku sejarah tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026 dan nantinya akan disosialisasikan ke sekolah-sekolah serta perpustakaan di seluruh wilayah Kepri.
---
(Kariawanisia).
Posting Komentar