Diduga Alami Kebocoran Arus Listrik dari Kabel IndiHome, Warga Jelutung Keluhkan Lambannya Penanganan
Daftar Isi
"Dugaan kemudian mengarah pada jaringan kabel IndiHome yang menempel di atap rumah. Saat teknisi datang pertama kali, kondisi dinyatakan aman. Namun sekitar satu minggu kemudian, aliran listrik kembali terasa menjalar ke beberapa bagian rumah," ungkap Saliadi.
Karimun, Kepri | Zonanesia.web.id – Seorang warga Kelurahan Jelutung, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, mengeluhkan dugaan kebocoran arus listrik yang diduga berasal dari jaringan kabel IndiHome. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sekitar satu bulan dan hingga kini belum mendapatkan penanganan tuntas dari pihak terkait, Senin (29/6/2026).
Pemilik rumah, Saliadi, mengaku awalnya menduga sumber aliran listrik berasal dari instalasi listrik di rumahnya. Untuk memastikan hal tersebut, ia bahkan telah melakukan perbaikan instalasi dengan mengeluarkan biaya pribadi.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas PLN, dipastikan tidak ditemukan adanya gangguan maupun kebocoran pada jaringan listrik milik PLN.
"Dugaan kemudian mengarah pada jaringan kabel IndiHome yang menempel di atap rumah. Saat teknisi datang pertama kali, kondisi dinyatakan aman. Namun sekitar satu minggu kemudian, aliran listrik kembali terasa menjalar ke beberapa bagian rumah," ungkap Saliadi.
Karena khawatir membahayakan anggota keluarganya, terutama anak-anak, Saliadi berinisiatif memotong salah satu kabel yang diduga menjadi sumber masalah serta memberikan lapisan pengaman pada beberapa kabel yang menempel di atap rumahnya. Setelah tindakan tersebut dilakukan, kondisi di dalam rumah disebut kembali normal.
Meski demikian, permasalahan belum sepenuhnya selesai. Sebab, sebuah tiang yang berada tepat di belakang rumahnya hingga kini masih diduga mengandung aliran listrik dan dinilai berpotensi membahayakan warga sekitar.
Saliadi mengaku telah kembali menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak IndiHome. Menurutnya, sempat ada informasi bahwa jaringan tersebut akan segera dipindahkan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindak lanjut maupun penanganan lanjutan dari pihak yang bersangkutan.
Warga berharap pihak yang bertanggung jawab dapat segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan secara menyeluruh guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Jangan sampai ada korban, apalagi anak-anak sering bermain di sekitar lokasi tersebut," ujar salah seorang warga.
Selain potensi bahaya keselamatan, warga juga mengaku mengalami kerugian sebagai pelanggan akibat permasalahan yang belum kunjung terselesaikan.
Saliadi juga menegaskan perlunya koordinasi dan kerja sama yang baik antara pihak PLN dengan perusahaan atau pihak lain yang menggunakan tiang milik PLN untuk penempatan jaringan kabel. Menurutnya, sinergi tersebut penting agar setiap permasalahan yang terjadi di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tidak menimbulkan saling lempar tanggung jawab.
"Kami berharap ada kerja sama yang lebih baik antara PLN dan pihak-pihak yang menumpang kabel di tiang milik PLN. Jangan sampai ketika terjadi persoalan seperti ini, masing-masing pihak justru saling tuding dan masyarakat yang dirugikan," ujar Saliadi.
Selain mengkhawatirkan keselamatan warga, Saliadi berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Ia meminta adanya evaluasi dan koordinasi yang lebih baik antara PLN dan penyedia layanan telekomunikasi yang menggunakan tiang milik PLN untuk jaringan kabel mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak IndiHome dan pihak terkait lainnya guna memperoleh penjelasan resmi mengenai keluhan warga tersebut.
---
(Redaksi)
Posting Komentar