Program MBG Karimun Terus Berkembang, Kepala BGN Pastikan Gangguan Operasional Segera Teratasi
Daftar Isi
Karimun | Zonanesia.web.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun terus menunjukkan perkembangan positif sejak mulai dijalankan. Di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Karimun, program ini berhasil memperluas jangkauan penerima manfaat sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.(12/6/2026).
Kepala Koordinator BGN Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda, mengungkapkan bahwa jumlah penerima manfaat program MBG mengalami peningkatan yang signifikan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.
"Pada September 2025, program ini baru menjangkau sekitar 37.997 penerima manfaat. Memasuki awal tahun 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 65.000 penerima manfaat," ujar Anas saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Penerima manfaat program tersebut mencakup peserta didik mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Jangkauan hingga Wilayah Terluar
Salah satu capaian penting yang berhasil diwujudkan adalah perluasan layanan hingga ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Saat ini, terdapat 11 dapur pelayanan yang beroperasi di sejumlah pulau kecil dan wilayah terpencil di Kabupaten Karimun.
Selain mendukung pemenuhan gizi masyarakat, program MBG juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Tercatat sebanyak 733 tenaga kerja dan relawan terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
BGN Karimun juga menggandeng pelaku UMKM lokal sebagai pemasok bahan pangan, sehingga program ini turut berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Di sektor kesehatan, program MBG dinilai memberikan manfaat nyata dengan meningkatnya kunjungan masyarakat ke Posyandu serta mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting.
Data Operasional SPPG
Anas menjelaskan, hingga saat ini jumlah Sentra Penyediaan dan Pengolahan Gizi (SPPG) yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebanyak 33 unit, dengan rincian:
- 27 unit telah beroperasi;
- 2 unit sementara dihentikan (suspend);
- 4 unit telah memiliki SK namun belum mulai beroperasi.
Menurutnya, penghentian sementara di beberapa titik pelayanan bukan disebabkan oleh kendala teknis maupun distribusi makanan, melainkan terkait proses administrasi pencairan anggaran yang belum merata.
"Alasan ada yang tidak beroperasional sementara adalah karena pencairan dana belum merata. Namun insyaallah mulai hari Senin mendatang seluruh SPPG akan kembali beroperasi normal seperti sedia kala," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kendala tersebut bersifat sementara dan tidak mengurangi komitmen BGN Karimun dalam memastikan layanan pemenuhan gizi masyarakat tetap berjalan secara optimal.
"Kami tetap berkomitmen untuk memastikan hak gizi anak-anak serta kelompok penerima manfaat lainnya dapat terpenuhi secara tepat waktu, berkualitas, dan berkelanjutan," tegas Anas.
Dengan berbagai capaian yang telah diraih, program MBG di Kabupaten Karimun diharapkan terus berkembang sebagai salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: Konfirmasi Kepala Koordinator BGN Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda, serta data perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
---
(Hn).
Posting Komentar