Warga dan Ormas Gotong Royong Selamatkan Pondasi Rumah Terancam Abrasi, Pemerintah Desa Batu Berdaun Dinilai Belum Bertindak
Daftar Isi
Dabo Singkep, Lingga | Zonanesia.web.id – Tindak lanjut dari pemberitaan sebelumnya terkait ancaman abrasi yang menggerus kawasan pesisir Kampung Boyan RT 001/RW 005, Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, hingga Minggu (14/6/2026), upaya penanganan masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat bersama organisasi kemasyarakatan.
Rumah milik M. Yunus yang berada di bibir pantai masih menghadapi ancaman serius akibat abrasi yang terus mengikis tanah di sekitar pondasi bangunan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah apabila tidak segera dilakukan penanganan yang memadai.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas Gagak Hitam Kabupaten Lingga bersama AKPERSI Kabupaten Lingga dan warga Kampung Boyan bergotong royong melakukan langkah darurat dengan memasang karung-karung berisi pasir di area yang terdampak abrasi. Upaya tersebut dilakukan untuk memperlambat laju pengikisan tanah sekaligus melindungi pondasi rumah dari terjangan ombak laut.
Pemilik rumah, M. Yunus, mengaku sangat berterima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan masyarakat dan organisasi yang turun langsung membantu.
"Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan dari Ormas Gagak Hitam, AKPERSI Lingga dan seluruh warga yang sudah membantu. Kalau tidak segera ditangani, saya khawatir abrasi ini akan semakin menggerus tanah dan membahayakan rumah kami. Mudah-mudahan ada perhatian lebih lanjut dari pemerintah agar ada solusi yang permanen," ungkap M. Yunus.
Sebelumnya, Camat Singkep Agustiar saat dihubungi melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada saat ini.
"Sementara ini kami hanya mampu menyediakan karung atau goni untuk diisi pasir sebagai penahan ombak. Untuk penanganan yang lebih besar kami belum bisa berbuat lebih karena keterbatasan anggaran. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan saat ini masih berupaya mencari sumber anggaran yang dapat digunakan untuk mengantisipasi kondisi tersebut," jelas Agustiar.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Batu Berdaun belum menyampaikan keterangan maupun langkah konkret yang akan dilakukan terkait kondisi yang dialami warganya tersebut. Padahal informasi mengenai ancaman abrasi dan kondisi rumah warga yang terancam telah disampaikan melalui berbagai pihak, termasuk hasil koordinasi yang dilakukan oleh Kecamatan Singkep.
Ketua DPC Ormas Gagak Hitam Kabupaten Lingga, Ribut Satriawan, yang turut hadir di lokasi kegiatan gotong royong menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
"Kami hadir karena rasa kemanusiaan. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, kami merasa terpanggil untuk ikut membantu semampunya. Hari ini kami bersama AKPERSI Lingga dan masyarakat bergotong royong melakukan penanganan darurat agar abrasi tidak semakin memperparah kerusakan pondasi rumah warga," kata Ribut.
Menurutnya, langkah yang dilakukan saat ini hanya bersifat sementara sehingga diperlukan perhatian dan solusi jangka panjang dari pemerintah dan instansi terkait.
"Kami berharap ada langkah nyata dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar persoalan ini dapat ditangani secara permanen. Abrasi bukan persoalan yang bisa diselesaikan dengan gotong royong sesaat, tetapi membutuhkan penanganan yang terencana agar keselamatan warga tetap terjamin," tambahnya.
Warga Kampung Boyan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir tersebut. Selain demi menjaga keselamatan warga, penanganan yang tepat juga dinilai penting untuk mencegah kerusakan yang lebih besar terhadap permukiman masyarakat di masa mendatang.
---
(Redaksi).
Posting Komentar