BREAKING NEWS 🔥 Tambang Ilegal Bintan Disorot Warga | 🔥 KSOP Tanjungpinang Klarifikasi Dugaan Barang Impor Tanpa Dokumen | 🔥 Proyek Taman Kota Kijang Jadi Sorotan Publik | 🔥 Berita Terbaru Zonanesia.web.id Update Setiap Hari

Kadis Perikanan Karimun Tetap Optimis di Tengah Keterbatasan Anggaran, Tiga Sektor Utama Jadi Tumpuan

Daftar Isi
Pangkalan nelayan sungai raya kecamatan Meral

“Anggaran terbatas bukan berarti program berhenti. Pembinaan nelayan, pembudidaya, serta pelaku usaha perikanan tetap harus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.”


Karimun | Zonanesia.web.id — Memasuki triwulan ketiga 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Karimun tetap mengoptimalkan program pembinaan masyarakat kelautan dan perikanan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karimun, Sapridin, mengatakan pihaknya tetap berupaya memastikan program pembinaan bagi nelayan, pembudidaya ikan, serta pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan berjalan secara konsisten.

Hal tersebut disampaikan Sapridin saat dikonfirmasi awak media, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, pelaksanaan tugas Dinas Perikanan saat ini bertumpu pada tiga sektor utama, yakni perikanan tangkap, budidaya perikanan, serta pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Perikanan Tangkap: Pembinaan KUB hingga Administrasi Nelayan

Pada sektor perikanan tangkap, pembinaan diarahkan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Karimun.

Pembinaan tidak hanya dilakukan dalam bentuk pendampingan kelompok, tetapi juga menyentuh aspek administrasi dan perlindungan sosial nelayan.

Dinas Perikanan turut membantu proses administrasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pendataan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA), serta pencatatan data produksi dan kebutuhan administrasi kelompok nelayan.

Di sektor ini, Dinas Perikanan juga tengah mengusulkan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Program tersebut dinilai strategis dalam mendorong penguatan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih saat ini sedang kita usulkan ke pemerintah pusat. Ini menjadi salah satu program yang kita dorong karena sangat strategis bagi masyarakat pesisir,” kata Sapridin.

Tampak kantor dinas perikanan Kabupaten Karimun

Budidaya Ikan Jadi Bagian dari Penguatan Ketahanan Pangan

Sektor kedua adalah perikanan budidaya, dengan sasaran utama Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN).

Pembinaan meliputi ketersediaan benih, pengendalian penyakit ikan, pengembangan usaha, serta pencatatan data produksi secara berkala.

Dinas Perikanan Karimun juga tengah mengusulkan pembangunan pusat kegiatan budidaya ikan tematik reguler kepada pemerintah pusat.

Usulan tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor budidaya sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat pembudidaya ikan.

Dengan demikian, pengembangan budidaya tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas kelompok dan keberlanjutan usaha masyarakat.

Pengolahan dan Pemasaran, Harga Ikan Turut Dipantau

Sementara sektor ketiga mencakup pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, dengan sasaran Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (POKLAHSAR).

Kelompok ini antara lain bergerak dalam pengolahan berbagai produk hasil perikanan, termasuk kerupuk ikan dan produk olahan lainnya.

Selain pembinaan kelompok usaha, Dinas Perikanan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar ikan di Karimun.

Pemantauan dilakukan terhadap ketersediaan stok ikan di gudang-gudang ikan skala besar setiap bulan, sementara perkembangan harga ikan dipantau secara mingguan.

Data tersebut kemudian disampaikan kepada masyarakat melalui kanal media sosial resmi Dinas Perikanan Kabupaten Karimun, termasuk Facebook dan Instagram.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan informasi mengenai kondisi stok dan perkembangan harga ikan secara lebih terbuka kepada masyarakat.

Anggaran Terbatas, Program Tetap Berjalan

Sapridin menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi pihaknya untuk menghentikan pembinaan terhadap masyarakat pelaku usaha perikanan.

Menurutnya, pelaksanaan program dilakukan dengan mengedepankan prinsip efisiensi anggaran sekaligus mempertahankan orientasi pada hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Demikian tupoksi kami sekilas yang bisa disampaikan hingga saat ini. Semoga bisa memberikan gambaran dan pemahaman bagi kita bersama,” ujar Sapridin.

Di tengah tantangan fiskal daerah, keberlanjutan pembinaan terhadap nelayan, pembudidaya, serta pelaku pengolahan dan pemasaran menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas sektor perikanan Karimun.

Tiga sektor tersebut sekaligus menjadi tumpuan Dinas Perikanan Kabupaten Karimun dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat kelautan dan perikanan.

---
(Hn)

Posting Komentar