BREAKING NEWS 🔥 Tambang Ilegal Bintan Disorot Warga | 🔥 KSOP Tanjungpinang Klarifikasi Dugaan Barang Impor Tanpa Dokumen | 🔥 Proyek Taman Kota Kijang Jadi Sorotan Publik | 🔥 Berita Terbaru Zonanesia.web.id Update Setiap Hari

Tanggap Potensi Kabut Asap, BPBD-Damkar dan Satgas Garda Karhutla Karimun Bagikan 10.000 Masker

Daftar Isi
BPBD-Damkar bersama Satgas Garda Karhutla Kabupaten Karimun

Karimun, Kepri | Zonanesia.web.id — Pemerintah Kabupaten Karimun memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Melalui BPBD-Damkar bersama Satgas Garda Karhutla Kabupaten Karimun, sebanyak 10.000 masker dibagikan kepada masyarakat, Jumat (18/9/2026).

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Bupati Karimun terkait peningkatan kewaspadaan dan perlindungan masyarakat terhadap potensi dampak Karhutla.

Distribusi masker dilakukan di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, di antaranya Pasar Puan Maimun, Jalan depan Kapolsek Kundur, Pasar Mutiara Kundur, Pasar Tengah, Pelabuhan Domestik Tanjung Batu Kundur, serta sejumlah sekolah.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Danramil, Kapolsek, Bhabinkamtibmas, camat, kepala desa/lurah, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), TNI/Polri, DESTANA, perangkat pemerintahan hingga masyarakat.

Bukan Sekadar Pembagian Masker

Kepala Pelaksana BPBD-Damkar Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pembagian masker merupakan bagian dari langkah perlindungan masyarakat dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan memburuknya kualitas udara akibat Karhutla.

«“Pemerintah tidak boleh menunggu sampai kualitas udara memburuk atau warga mulai sakit baru bertindak. Pembagian masker ini adalah wujud nyata kewaspadaan sejak dini,” ujar Dedi Sahori.»

Menurutnya, penanggulangan Karhutla tidak cukup hanya dengan melakukan pemadaman ketika api sudah membesar. Upaya tersebut harus berjalan secara terpadu melalui pencegahan, pemantauan, deteksi dini, kesiapsiagaan, perlindungan kesehatan masyarakat serta koordinasi lintas sektor.


Surat Edaran Bupati Karimun juga menjadi salah satu dasar penguatan kewaspadaan sejak munculnya tanda-tanda awal potensi Karhutla, termasuk pemantauan kondisi lingkungan dan kualitas udara serta perhatian terhadap kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak asap.

Warga Diminta Tidak Menunggu Asap Menebal

Dedi mengimbau masyarakat agar tidak menganggap ringan potensi kabut asap. Apabila kualitas udara mulai memburuk, warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dengan tingkat filtrasi yang sesuai, seperti KN95 atau N95, dianjurkan sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan partikulat asap.

«“Jangan menunggu asap tebal baru waspada. Ikuti informasi resmi dan ambil langkah perlindungan yang tepat,” pesannya.»

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan riwayat gangguan pernapasan, penyakit paru dan jantung.

Distribusi masker ke sejumlah sekolah menjadi bagian dari langkah antisipatif untuk memberikan perlindungan kepada peserta didik sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap kualitas udara.

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat

Pembagian masker yang sebagian merupakan bantuan BNPB tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Selain sebagai bentuk perlindungan awal, kegiatan di sejumlah titik padat aktivitas juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai potensi bahaya kabut asap.

Dedi menegaskan, langkah pemerintah daerah tidak berhenti pada penerbitan surat edaran. Arahan tersebut harus diterjemahkan menjadi kesiapsiagaan dan tindakan nyata di lapangan.

Sinergi antara BPBD-Damkar, TNI/Polri, KPH, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, DESTANA, fasilitas kesehatan serta masyarakat akan terus diperkuat guna menghadapi potensi Karhutla sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap keselamatan dan kesehatan warga.

---
(Hariono).

Posting Komentar