BREAKING NEWS 🔥 Tambang Ilegal Bintan Disorot Warga | 🔥 KSOP Tanjungpinang Klarifikasi Dugaan Barang Impor Tanpa Dokumen | 🔥 Proyek Taman Kota Kijang Jadi Sorotan Publik | 🔥 Berita Terbaru Zonanesia.web.id Update Setiap Hari

Warga Senggarang Pesisir Berharap Perhatian Pemko, Pelantar Puluhan Tahun Dibangun Swadaya

Daftar Isi
“Kalau ada rezeki, warga membantu dengan materi. Kalau tidak ada, tenaga pun kami sumbangkan. Yang kami harapkan sekarang adalah perhatian pemerintah.”

Tanjungpinang | Zonanesia.web.id — Warga kawasan pesisir Senggarang, Kota Tanjungpinang, berharap Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang memberikan perhatian lebih terhadap kondisi fasilitas dasar masyarakat, khususnya akses jalan pelantar yang selama puluhan tahun dibangun dan dirawat secara swadaya.

Harapan tersebut disampaikan warga saat ditemui media ini, Kamis (10/9/2026). Bagi masyarakat pesisir, keberadaan pelantar bukan sekadar akses jalan, tetapi menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari, mobilitas warga, serta akses menuju rumah-rumah yang berada di kawasan pesisir.

Ahwa, mantan Ketua Kelenteng Yayasan Dharma Sasana Senggarang yang kini menjadi pembina yayasan sekaligus koordinator wilayah Senggarang pesisir, menceritakan bahwa pembangunan pelantar di sejumlah titik kawasan tersebut sejak dahulu dilakukan secara bertahap melalui gotong royong masyarakat.

Menurutnya, pelantar yang sebelumnya menggunakan konstruksi kayu secara perlahan diperbaiki dan dikembangkan menjadi konstruksi beton sesuai kemampuan masyarakat.

“Sejak dahulu jalan pelantar warga di beberapa titik memang dibangun secara swadaya. Awalnya menggunakan pelantar kayu, kemudian secara bertahap diperbaiki menggunakan struktur beton,” ujar Ahwa.

Ia mengungkapkan, beberapa tahun lalu pihak Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui instansi teknis yang membidangi pekerjaan umum juga pernah turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran terhadap panjang pelantar di kawasan pesisir Kampung Senggarang.

Saat itu, kata Ahwa, masyarakat memperoleh informasi bahwa pelantar tersebut direncanakan untuk dibangun menggunakan anggaran pemerintah daerah dengan nilai yang disebut-sebut berkisar Rp3 miliar.

Namun hingga kini, menurut penuturannya, belum terlihat kelanjutan pembangunan sebagaimana yang pernah diinformasikan kepada masyarakat.

“Waktu itu pernah ada dari dinas terkait turun mengukur pelantar. Informasinya akan dibangun menggunakan anggaran daerah, nilainya sekitar Rp3 miliar. Tetapi sampai sekarang kami belum melihat kelanjutannya,” ungkapnya.

Gotong Royong Tanpa Memandang Latar Belakang

Di tengah keterbatasan fasilitas, Ahwa menegaskan bahwa masyarakat Senggarang pesisir selama ini memiliki semangat kebersamaan yang kuat.

Menurutnya, warga setempat terbiasa bergotong royong tanpa membedakan latar belakang suku maupun etnis. Mereka saling membantu sesuai kemampuan masing-masing, baik dalam bentuk materi maupun tenaga.

“Kalau ada yang memiliki rezeki, membantu melalui dana. Kalau tidak ada dana, membantu dengan tenaga. Warga pribumi maupun Tionghoa sama-sama ikut bergotong royong membangun dan memperbaiki kawasan tempat tinggal,” tuturnya.

Semangat tersebut, lanjutnya, telah berlangsung sejak lama dan menjadi salah satu kekuatan masyarakat Senggarang dalam menjaga lingkungan serta fasilitas bersama.

Hal senada disampaikan Marsudi, salah seorang ketua RT di wilayah tersebut. Ia membenarkan bahwa perbaikan pelantar selama ini banyak dilakukan melalui swadaya masyarakat.

“Memang sejak dulu warga bersama-sama melakukan perbaikan pelantar secara swadaya, baik dari sisi materi maupun tenaga,” kata Marsudi.

Warga Berharap Ada Kepastian

Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap kawasan pesisir Senggarang tidak berhenti pada pendataan maupun pengukuran, tetapi dilanjutkan dengan perencanaan dan pembangunan yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

Warga juga berharap pemerintah memberikan kejelasan mengenai status rencana pembangunan pelantar yang sebelumnya disebut telah dilakukan pengukuran dan direncanakan menggunakan anggaran daerah.

Apabila pembangunan memang masih masuk dalam perencanaan pemerintah, masyarakat berharap terdapat kepastian mengenai tahapan, prioritas, maupun waktu pelaksanaannya.

Sebaliknya, apabila rencana tersebut mengalami perubahan atau belum dapat direalisasikan, warga berharap pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas.

Kondisi salah satu bangunan pelantar yang dibangun warga secara swadaya 

Bagi warga Senggarang pesisir, perhatian terhadap pelantar bukan semata-mata persoalan pembangunan fisik. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas dan kebutuhan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses pelantar.

Masyarakat pun berharap semangat gotong royong yang selama puluhan tahun menjadi kekuatan warga dapat berjalan beriringan dengan kehadiran pemerintah melalui pembangunan infrastruktur yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Zonanesia.web.id — Menyajikan informasi berdasarkan fakta, konfirmasi, dan kepentingan publik.

Catatan Redaksi: Zonanesia.web.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang maupun instansi terkait atas informasi mengenai pengukuran, rencana pembangunan, nilai anggaran, serta status pelaksanaan pembangunan pelantar yang disampaikan dalam pemberitaan ini.

---
(Kariawanisia).

Posting Komentar