BREAKING NEWS 🔥 Tambang Ilegal Bintan Disorot Warga | 🔥 KSOP Tanjungpinang Klarifikasi Dugaan Barang Impor Tanpa Dokumen | 🔥 Proyek Taman Kota Kijang Jadi Sorotan Publik | 🔥 Berita Terbaru Zonanesia.web.id Update Setiap Hari

Berawal dari Ajakan Ngopi Dadakan, 30 Wartawan Tanjungpinang Rajut Kembali Persaudaraan Lintas Generasi

Daftar Isi
Adi Indra Pawennari berkumpul bersama insan pers dalam suasana penuh keakraban di Kedai Kopi Mie Tarempa, Batu 7, Selasa (20/10/2026).

TANJUNGPINANG | Zonanesia.web.id — Sekitar 30 wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan pers di Kota Tanjungpinang berkumpul dalam suasana penuh keakraban di Kedai Kopi Mie Tarempa, Batu 7, Selasa (20/10/2026). Tanpa undangan resmi, kepanitiaan, maupun agenda khusus, pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi lintas generasi untuk merawat persaudaraan di tengah dinamika dunia jurnalistik.

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu berawal dari ajakan sederhana sejumlah wartawan kepada Ady Indra Pawennari, wartawan senior Kepulauan Riau, yang saat itu masih berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ajakan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp tersebut langsung disambut Ady. Sepulang dari Kuala Lumpur, keinginan untuk duduk bersama rekan-rekan seprofesi akhirnya terwujud secara spontan.

“Ketika saya berada di Kuala Lumpur, saya dapat telepon dan pesan WhatsApp ajakan ngopi dari beberapa wartawan. Saya langsung iyakan. Besok saya pulang, kita langsung ngopi,” ungkap Ady.

Dari ajakan sederhana itu, puluhan wartawan lintas generasi pun berkumpul. Mereka berasal dari beragam latar belakang organisasi dan perusahaan media, mulai dari wartawan yang telah menekuni profesi jurnalistik sejak 1994 hingga generasi yang baru memulai perjalanan jurnalistik pada 2026.

Silaturahmi Tanpa Sekat Organisasi

Ady menegaskan, pertemuan tersebut tidak dirancang sebagai kegiatan organisasi ataupun forum untuk membahas kepentingan tertentu. Menurutnya, kebersamaan itu murni berangkat dari keinginan untuk bertemu, berbagi cerita, dan menjaga hubungan baik antarsesama insan pers.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak ditafsirkan secara berlebihan atau dikaitkan dengan dinamika maupun kepentingan organisasi pers tertentu.

“Sejak awal saya hanya punya keinginan sederhana, bagaimana kawan-kawan wartawan bisa berkumpul semua, duduk bersama, dan bercengkerama tanpa sekat dan batas apa pun. Tidak perlu melihat siapa dari organisasi mana, siapa senior atau junior, karena kita semua adalah saudara yang dipertemukan oleh profesi yang sama,” ujar Ady.

Baginya, profesi jurnalistik tidak semestinya menjadi alasan untuk membangun sekat dalam hubungan sosial. Perbedaan organisasi, tempat bekerja, maupun pandangan merupakan hal yang wajar, tetapi tidak seharusnya menghilangkan ruang untuk menjaga persahabatan.

Ady mengaku bersyukur karena ajakan yang disampaikan secara spontan tersebut mendapat sambutan hangat. Kehadiran wartawan dari berbagai generasi menjadi kebahagiaan tersendiri sekaligus menunjukkan pentingnya merawat hubungan baik di tengah kesibukan profesi.

“Alhamdulillah, hari ini keinginan itu akhirnya terwujud. Melihat kawan-kawan dari berbagai generasi bisa hadir, tertawa, berbagi cerita, dan menyatu dalam suasana penuh kekeluargaan, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya. Inilah yang ingin kita rawat, persaudaraan yang tulus tanpa membawa kepentingan apa pun,” katanya.

Berbagi Pengalaman, Merawat Kebersamaan

Suasana pertemuan berlangsung santai tanpa podium maupun rangkaian acara resmi. Para wartawan duduk berbaur, menikmati kopi, bertukar pengalaman, mengenang perjalanan jurnalistik masa lalu, hingga membicarakan perkembangan dunia pers di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi.

Wartawan senior dan generasi muda berinteraksi tanpa batasan formal. Percakapan ringan diselingi tawa dan cerita pengalaman selama menjalani profesi menjadi bagian dari suasana kekeluargaan yang terbangun.

Bagi Ady, kebersamaan semacam itu memiliki arti penting. Di tengah perbedaan pandangan dan dinamika organisasi, komunikasi langsung tetap diperlukan agar hubungan persahabatan tidak terputus oleh kepentingan sesaat.

“Kita mungkin tidak selalu sejalan dalam pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan jalan untuk bersilaturahmi. Organisasi boleh berbeda, pilihan boleh tidak sama, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga. Jangan sampai kepentingan sesaat menghilangkan persahabatan yang sudah terbangun puluhan tahun,” tuturnya.

Ia berharap silaturahmi lintas generasi tersebut dapat terus terpelihara dan menjadi ruang komunikasi yang terbuka bagi wartawan di Kota Tanjungpinang, tanpa memandang organisasi maupun perusahaan media tempat mereka bernaung.

Pertemuan yang berawal dari ajakan ngopi dadakan itu berlangsung hingga menjelang siang. Tanpa persiapan panjang dan tanpa agenda besar, kebersamaan tersebut menghadirkan pesan sederhana: perbedaan dalam profesi tidak harus menjadi sekat untuk menjalin persaudaraan.

Di tengah dinamika dunia pers yang terus berkembang, secangkir kopi dan percakapan sederhana menjadi pengingat bahwa hubungan antarsesama wartawan tetap perlu dirawat, bukan hanya ketika berada dalam satu forum, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

---
(Redaksi).

Posting Komentar