HUT ke-27 Kabupaten Karimun: Ekonomi Tumbuh 6,14 Persen, Sampah Jadi Energi dan UHC Jadi Sorotan
Daftar Isi
KARIMUN, Zonanesia.web.id — Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Karimun, Senin (12/10/2026). Mengusung tema “Karimun Bangkit dan Berkembang dalam Harmoni”, momentum ini menjadi ajang refleksi capaian pembangunan sekaligus penegasan arah kebijakan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, dalam amanatnya mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, dan terus mendorong kemajuan daerah di tengah berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan mengandung makna dan tanggung jawab bersama. Kata bangkit mencerminkan semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan, sedangkan berkembang menekankan pentingnya pemerintahan yang berorientasi pada hasil nyata. Adapun dalam harmoni menjadi pengingat bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga demi menciptakan suasana aman dan damai.
“Karimun adalah sesuatu yang mulia, dan Darussalam adalah negeri yang damai. Semoga Karimun senantiasa menjadi rumah kedamaian, ketenteraman, dan keselamatan bagi seluruh warganya,” ujar Iskandarsyah.
Pertumbuhan Ekonomi 6,14 Persen dan Sejumlah Prestasi
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Karimun. Salah satu capaian yang disorot ialah pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen pada semester pertama 2026.
Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi daerah untuk memperkuat aktivitas ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Karimun juga mencatat sejumlah prestasi, di antaranya penghargaan kinerja terbaik kedua dalam pengendalian inflasi tingkat nasional dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, penghargaan revitalisasi bahasa daerah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, serta penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Kepulauan Riau 2026.
Pelaksanaan POPDA X Kepri 2026 disebut turut menggerakkan perekonomian lokal dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp4,2 miliar bagi pelaku UMKM dan sektor perhotelan.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan, pemberdayaan UMKM, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur di berbagai wilayah Kabupaten Karimun.
Sampah Jadi Energi dan UHC Jadi Perhatian
Di antara berbagai capaian pembangunan tersebut, Iskandarsyah menyoroti dua sektor yang dinilai strategis bagi keberlanjutan pembangunan daerah, yakni pengelolaan sampah menuju energi terbarukan dan penerapan Universal Health Coverage (UHC).
Pengelolaan sampah menjadi energi dipandang sebagai langkah inovatif untuk menjawab persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber energi alternatif. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, upaya ini berpotensi memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, penerapan UHC menjadi bagian penting dalam upaya memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan. Program ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas perlindungan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
Kedua sektor tersebut, menurut Bupati, perlu terus dijaga dan dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Karimun.
Pembangunan Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat
Bupati menegaskan, keberhasilan pemerintahan tidak semestinya hanya diukur dari tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Ke depan, arah pembangunan Kabupaten Karimun akan difokuskan pada penguatan ekonomi daerah, perluasan lapangan kerja, peningkatan konektivitas wilayah perbatasan, perluasan akses air bersih, serta pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas.
Menurutnya, inovasi dan kreativitas menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan daerah mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus mempersiapkan Karimun menghadapi tantangan dalam dua hingga dua setengah dekade mendatang.
“Sesudah kesulitan selalu ada kemudahan. Inovasi dan kreativitas adalah kunci untuk merancang kemajuan Karimun dalam 20 hingga 25 tahun ke depan,” tegasnya.
Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Namun, capaian pertumbuhan ekonomi, inovasi pengelolaan sampah, dan perluasan layanan kesehatan tetap perlu diikuti dengan konsistensi pelaksanaan program serta pengukuran manfaat yang nyata bagi warga.
Dengan semangat “Karimun Bangkit dan Berkembang dalam Harmoni”, pembangunan daerah diharapkan tidak berhenti pada capaian dan penghargaan, tetapi berlanjut menjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara merata dan berkelanjutan.
---
(Hariono).
Posting Komentar